Tes nilai posisi ketiga|Posisi ideologis|Analisis koordinat politik
40 pertanyaan profesional · Lima dimensi analisis · Sembilan pencocokan ideologis
Posisi ketiga adalah ideologi politik yang berupaya melampaui spektrum politik tradisional kiri-kanan, menentang kapitalisme liberal dan komunisme Marxis.
Posisi ketiga mendukung sistem ekonomi korporatis atau sindikalis yang menekankan kerja sama kelas dibandingkan perjuangan kelas dan mendukung koordinasi kepentingan pekerja dan pengusaha dalam kerangka nasional.
Posisi ketiga biasanya mendukung pemerintahan otoriter atau totaliter, menekankan persatuan nasional, prinsip kepemimpinan, dan supremasi negara, serta menentang sistem demokrasi liberal.
Posisi ketiga menekankan nasionalisme, nilai-nilai tradisional dan kemurnian budaya, menentang globalisasi dan multikulturalisme, serta menganjurkan perlindungan identitas nasional.
Posisi ketiga berasal dari Eropa pada awal abad ke-20 dan terutama dikaitkan dengan Fasisme Italia, Sosialisme Nasional Jerman, dan berbagai gerakan korporat. Ia berusaha menggabungkan tuntutan ekonomi sosialisme dengan tuntutan politik nasionalisme.
Pemikiran posisi ketiga hadir dalam berbagai bentuk kontemporer, termasuk neo-fasisme, populisme nasional dan beberapa bentuk gerakan anti-globalisasi. Memahami posisi ketiga membantu menganalisis evolusi politik sayap kanan kontemporer.